
Feri Sugeng atau Ki Joyo, perajin batik menunjukkan kain batik motif buah matoa di Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan. Batik tulis bernuansa hitam dengan ornamen flora lokal ini merepresentasikan identitas budaya daerah sekaligus upaya pelestarian kearifan lokal melalui karya batik tradisional. (Chofifah/HMJF)
PASURUAN – Feri Sugeng Santoso (45) pria asal Sukorejo, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur membuat batik khas Pusuruan dan mendapat juara Tingkat nasional dari Kemendikbud RI (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia).
Feri Sugeng Santoso yang akrab disapa Ki Joyo itu mendapat juara 1 Kategori Membatik di lomba kompetensi peserta didik kursus dan pelatihan tingkat nasional pada 2018 lalu.
Berawal dari pohon matoa, Feri mendapat inspirasi dan menciptakan motif kain batik yang dinamai Sarono Raharjo.
Saat berkunjung dikediamannya, Sabtu (20/12/2025) yang sederhana terselimuti banyak jenis tanaman, menciptakan suasana misterius yang memikat.
Feri yang saat itu menunjukkan diri dengan postur tubuh sedang, rambut panjang hitam kecoklatan, tak lupa mimik wajahnya yang datar menpersilahkan masuk
Saat itu, Feri begitu antusias menunjukkan kain – kain karyanya, berbagai motif Ia tunjukkan, hingga di sudut ruangan lain lalu mengangkat jari telunjuknnya.
“ini piagam yang saya dapat dari juara satu Nasional,”.
Pada 21 Desember 2015 motif batik matoa yang dinamai Sarono Raharjo dinobatkan sebagai motif batik khas Kecamatan Sukorejo.
Usai dinobatkan, pemerintah setempat mengintruksikan batik matoa sebagai seragam guru, siswa sekolah, dan para perangkat desa di Kecamatan Sukorejo.
Tidak hanya itu batik Sarono Raharjo diminta menjadi seragam KIM (Kelompok Informasi Masyarakat) dan MTQ (Musabaqah Tilawatil Qur’an) se Provinsi Jawa Timur, yang digunakan tepat pada hari jadi provinsi Jawa Timur ke-73 pada tanggal 12 Oktober 2018.
“Sukorejo itu menjadi satu – satunya kecamatan yang mengawali dari seluruh kecamatan di kabupaten Pasuruan yang memiliki batik khasnya” ujar Feri.
Selain menjadi pengrajin, Feri juga membuka galeri batik yang diberi nama Alam Batik di rumahnya.
Alam Batik terletak di Dusun Pajaran, Desa Gunting, Kecamatan Sukorejo.
Hal uniknya ialah galeri ini menjadi galeri batik satu – satunya yang menerima pesanan kain batik Sarono Raharjo.
“Jadi, mau tidak mau sebanyak apapun peminatnya, dari manapun peminatnya, pesannya hanya bisa di satu tempatya disini”. Selain membanggakan karena prestasinya hingga kancah nasional, batik matoa ini juga sangat menguntungkan dalam segi perekonomian Feri dan galeri miliknya. (Chofifah/HMJF)
Naskah ini merupakan karya pameran pasca Pendidikan Abr HMJF