
Pemilik Toko 2 Arya, Emy Lestari, menunjukkan produk plastik yang paling banyak laku tetapi menjadi yang paling berdampak juga pada kenaikan harga di tokonya di Kepanjen, Kabupaten Malang, 28 Mei 2026. (Lila/HMJF)
Malang, HMJF – Kenaikan harga plastik hingga dua kali lipat yang terjadi sejak awal April. Pemilik Toko 2 Arya, Emy Lestari mengatakan pasokan biji plastik mengalami keterbatasan akibat konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah menyebabkan pengiriman di jalur pelayaran internasional mengalami hambatan.
Emy Lestari juga mengungkapkan bahwa kenaikan ini berdampak pada pembelian konsumen. “Pembeli jadi berkurang. Yang biasanya ambil satu bal, sekarang hanya ambil beberapa pack” ujarnya. Ia menambahkan, “Kami sendiri tidak bisa berbuat banyak, hanya bisa mengikuti harga pasar yang terus berubah”.
Tak hanya konsumen perorangan, pelaku UMKM pun ikut terdampak karena banyak mengandalkan kemasan plastik dalam operasional mereka. “Banyak pelanggan kami dari usaha kecil yang mengeluh, mereka bilang harga jual produk mereka tidak bisa langsung disesuaikan,” ungkap Emy.
Produk-produk best seller seperti foam, kantong plastik, dan kresek menjadi yang paling terdampak. Sementara itu, produk plastik yang masih tersedia di pasaran hingga saat ini terbagi dua ada yang harganya masih tetap naik, namun sebagian sudah mengalami penurunan harga hingga 5% dari harga naik sebelumnya.
Pemilik Toko 2 Arya hanya bisa menekan keuntungan seminimal mungkin dan tidak menerapkan strategi harga pertahanan, melainkan mengikuti harga pasaran.
Ke depan, Emy berharap pasokan biji plastik dari produsen dapat kembali normal sehingga harga di tingkat toko bisa berangsur turun. Karena UMKM yang sangat bergantung pada ketersediaan kemasan plastik dengan harga terjangkau. Lila/HMJF