Sawah Bertemu Samudra: Pesona Pantai Pangasan Menarik Wisatawan dan Menggerakkan Ekonomi Warga

Sejumlah wisatawan menikmati panorama Pantai Pangasan di Desa Kalipelus, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, Kamis (28/05/2026). Hamparan sawah hijau yang berpadu dengan tebing karang dan birunya Samudra Hindia menjadi daya tarik utama destinasi wisata alam tersebut. Neri/HMJF

Pacitan, Jawa Timur – Keindahan alam Kabupaten Pacitan kembali terlihat melalui Pantai Pangasan yang berada di Desa Kalipelus, Kecamatan Kebonagung. 

Pantai yang terkenal dengan perpaduan hamparan sawah hijau, tebing karang, dan laut biru ini menjadi salah satu destinasi wisata yang banyak dikunjungi wisatawan lokal maupun luar daerah. 

Selain menawarkan panorama yang berbeda dari pantai pada umumnya, aktivitas wisata di Pantai Pangasan juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar yang menggantungkan penghasilan dari sektor pariwisata.

Pantai Pangasan dikenal karena memiliki bentang alam yang tidak biasa. Dari area persawahan, wisatawan dapat menyaksikan langsung birunya laut selatan dengan latar tebing karang yang menjulang tinggi. 

Perpaduan unsur pegunungan, sawah, dan pantai dalam satu kawasan menjadikan lokasi ini sebagai daya tarik utama bagi wisatawan dan pecinta fotografi.

Menurut Suyono (42), salah seorang pengelola wisata Pantai Pangasan, jumlah pengunjung biasanya meningkat pada akhir pekan dan musim liburan. 

“Pantai Pangasan memiliki daya tarik yang berbeda karena wisatawan tidak hanya melihat laut, tetapi juga bisa menikmati pemandangan sawah dan perbukitan. Banyak pengunjung datang untuk berfoto dan menikmati suasana yang masih alami,” ujarnya saat ditemui di kawasan wisata Pantai Pangasan, Kamis (28/05/2026).

Meningkatnya kunjungan wisatawan turut memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar. Warga memanfaatkan peluang tersebut dengan membuka warung makan, menyediakan lahan parkir, hingga menjual hasil kerajinan lokal. 

Hal tersebut disampaikan oleh Sri Wahyuni (38), warga Desa Kalipelus yang membuka usaha makanan di sekitar pantai. “Sejak Pantai Pangasan mulai dikenal banyak orang, penghasilan warga ikut meningkat. Saat liburan atau akhir pekan, pembeli yang datang ke warung juga lebih banyak dibandingkan hari biasa,” katanya.

Pantai Pangasan terletak sekitar 25 kilometer dari pusat Kota Pacitan. Meskipun akses menuju lokasi masih melewati jalan perbukitan yang cukup menantang, kondisi tersebut tidak mengurangi minat wisatawan untuk berkunjung. 

Bahkan, banyak pengunjung menganggap perjalanan menuju pantai sebagai bagian dari pengalaman wisata karena menyuguhkan pemandangan alam yang indah. 

Salah seorang wisatawan asal Ponorogo, Dimas Pratama (22), mengaku terkesan dengan keindahan Pantai Pangasan. “Saya baru pertama kali ke sini. Pemandangannya sangat bagus dan berbeda dari pantai lain yang pernah saya kunjungi. Sawah yang berada dekat pantai membuat tempat ini terlihat unik,” ungkapnya.

Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) bersama pemerintah desa terus berupaya menjaga kebersihan dan kelestarian Pantai Pangasan melalui kegiatan kerja bakti rutin serta edukasi kepada pengunjung. 

Pengelola juga mengimbau wisatawan untuk tidak membuang sampah sembarangan agar lingkungan pantai tetap terjaga. 

Upaya tersebut dilakukan untuk menciptakan destinasi wisata yang nyaman sekaligus mempertahankan daya tarik Pantai Pangasan. 

Dengan pengelolaan yang berkelanjutan, keberadaan Pantai Pangasan diharapkan dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar. Neri/HMJF

About the Author: hmjfunikama

HMJF merupakan salah satu UKM yang ada di Universitas Kanjuruhan Malang. Berdiri sejak 10 Juni 1989. HMJF berkecimpung dibidang Fotografi dan Jurnalistik. Sebuah tempat untuk membentuk karkater, kepribadian dan pengembangan bakat, minat, serta kreativitas.

Leave A Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *