Di Antara Jalan dan Halte Hadirnya Trans Jatim di Malang Membawa Harapan Baru Bagi Masyarakat

Sejumlah warga menaiki Bus Trans Jatim di halte kawasan Kayutangan Heritage, Kota Malang, Selasa (5/5/2026). Kehadiran layanan transportasi publik yang dioperasikan Pemerintah Provinsi Jawa Timur ini dimanfaatkan masyarakat sebagai alternatif perjalanan yang lebih nyaman dan terjangkau. (Anggun/HMJF)

MALANG, HMJF – Di tengah padatnya aktivitas dan lalu lintas Kota Malang, bus-bus biru Trans Jatim mulai menjadi pemandangan baru di sejumlah halte. Trans Jatim beroperasi sejak diresmikannya pada, Kamis (20/11/2025)

Berdasarkan informasi yang didapat dari malangkota.go.id. Trans Jatim menghubungkan Terminal Hamid Rusdi hingga area Tlekung (Batu), Trans Jatim melewati beberapa titik-titik penjemputan dan pemberhentian diantaranya Terminal Hamid Rusdi, Gor Ken Arok, Terminal Madyopuro, Stasiun Malang, Kayutangan Heritage, Terminal Landungsari, Sengkaling-Dau, Terminal Junrejo. 

Trans Jatim beroperasi setiap hari mulai pukul 05.00-21.00, dengan Ongkos perjalanan sangat terjangkau, yakni Rp 5.000 untuk penumpang umum dan Rp 2.500 untuk pelajar.

Layanan transportasi publik ini dimanfaatkan masyarakat untuk menunjang mobilitas sehari-hari karena menawarkan akses perjalanan yang lebih mudah, nyaman, dan terjangkau, sekaligus membawa harapan akan sistem transportasi umum yang lebih baik di masa depan.

Kehadiran Trans Jatim di Kota Malang mendapat tanggapan positif dari kalangan mahasiswa. Kansa (23), mahasiswa Universitas Brawijaya pada wawancara, Selasa (5/5/2026). 

“Transportasi umum sekarang udah jarang, jadi dengan adanya Trans Jatim ini kita sebagai mahasiswa yang tidak punya kendaraan pribadi bisa termudah kan,” ujarnya.

Menurut Kansa, keberadaan halte dan rute Trans Jatim juga cukup strategis karena menjangkau berbagai pusat aktivitas masyarakat. Sejumlah halte berada di dekat kawasan kampus, pusat perbelanjaan, hingga lokasi yang ramai dikunjungi warga sehingga memudahkan akses pengguna. 

Ia menambahkan bahwa transportasi umum memiliki peran penting bagi mahasiswa, khususnya mahasiswa rantau yang kerap mengalami kesulitan mobilitas akibat tidak memiliki kendaraan pribadi. 

Selain membantu mahasiswa, kehadiran Trans Jatim juga dinilai dapat mendorong masyarakat untuk mulai beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum di tengah kondisi lalu lintas yang semakin padat.

Dari sisi tarif, Kansa menilai biaya perjalanan yang ditawarkan Trans Jatim cukup terjangkau. Dengan tarif Rp2.500 bagi pelajar dan mahasiswa serta Rp5.000 untuk penumpang umum.

“Kalau dibandingkan dengan ojek online jauh lebih murah, tarif angkot biasanya Rp5.000, kalo Trans Jatim ini sangat murah,” katanya.

Meski demikian, ia menilai masih terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan, terutama terkait ketepatan jadwal kedatangan bus. Menurutnya, jadwal yang belum sepenuhnya pasti dapat menjadi kendala bagi masyarakat yang harus berangkat bekerja atau beraktivitas sesuai waktu yang telah ditentukan.

Meskipun masih terdapat tantangan dalam operasionalnya, Kansa optimistis kehadiran Trans Jatim berpotensi mengurangi penggunaan kendaraan pribadi apabila pelayanan dan ketepatan waktu terus ditingkatkan. Baginya, Trans Jatim bukan hanya menjadi sarana transportasi, tetapi juga harapan baru bagi terciptanya sistem transportasi publik yang lebih baik di Kota Malang. Anggun/HMJF

About the Author: hmjfunikama

HMJF merupakan salah satu UKM yang ada di Universitas Kanjuruhan Malang. Berdiri sejak 10 Juni 1989. HMJF berkecimpung dibidang Fotografi dan Jurnalistik. Sebuah tempat untuk membentuk karkater, kepribadian dan pengembangan bakat, minat, serta kreativitas.

Leave A Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *