{"id":1027,"date":"2015-12-09T02:54:16","date_gmt":"2015-12-08T19:54:16","guid":{"rendered":"https:\/\/hmjf.unikama.ac.id\/?p=1027"},"modified":"2015-12-09T02:54:26","modified_gmt":"2015-12-08T19:54:26","slug":"eksistensi-kuda-lumping","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/hmjf.unikama.ac.id\/?p=1027&lang=id","title":{"rendered":"Eksistensi Kuda Lumping"},"content":{"rendered":"<p>Batu (6\/10) \u2013 Kota Batu merupakan kota yang kaya akan wisatanya, disamping itu tradisi budayanya pun tetap di lestarikan salah satunya Kuda Lumping atau biasanya di sebut Jaranan dalam bahasa Jawa. Kuda lumping adalah kebudayaan tradisional warisan leluhur yang sudah ada sejak jaman dahulu dan masih di lestarikan saat ini dan salah satu desa yang masih melestarikan budaya jaranan ini adalah Desa Wonorejo Kecamatan Bumiaji.<br \/>\nDari tahun ke tahun tradisi Kuda lumping tersebut mengalami kemajuan. Seperti yang di tuturkan oleh pemilik sanggar. \u201csekarang jaranan sudah ada sindennya dengan tampil menggunakan kebaya,\u201d ujar Rukmiyati (50). Dari narasumber lain, \u201d Saat ini pemain jaranan juga sudah memiliki Lima belas group, dulu pemain jaranan di desa ini hanya beranggotakan enam orang \u201c, ujar Santoso (26) salah satu personil Kuda lumping di Desa Wonorejo.<br \/>\nKuda lumping biasa di gunakan pada saat hari-hari besar,hajatan pada Desa Wonorejo. Diharapkan pemerintah dan masyarakat bisa terus mengembangkan dan melestarikan kebudayaan yang sudah hampir tidak terlihat lagi di sebagian daerah di Indonesia tercinta ini. ( Fani_HMJF)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Batu (6\/10) \u2013 Kota Batu merupakan kota yang kaya akan wisatanya, disamping itu tradisi budayanya pun tetap di lestarikan salah satunya Kuda Lumping atau biasanya di sebut Jaranan dalam bahasa Jawa. Kuda lumping adalah kebudayaan tradisional warisan leluhur yang sudah ada sejak jaman dahulu dan masih di lestarikan saat ini dan salah satu desa yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":24,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[10,2],"tags":[],"class_list":["post-1027","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-berita","category-jurnalistik"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/hmjf.unikama.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1027","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/hmjf.unikama.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/hmjf.unikama.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hmjf.unikama.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/24"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hmjf.unikama.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1027"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/hmjf.unikama.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1027\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1028,"href":"https:\/\/hmjf.unikama.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1027\/revisions\/1028"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/hmjf.unikama.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1027"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/hmjf.unikama.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1027"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/hmjf.unikama.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1027"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}