{"id":2534,"date":"2017-11-18T08:14:23","date_gmt":"2017-11-18T01:14:23","guid":{"rendered":"https:\/\/hmjf.unikama.ac.id\/?p=2534"},"modified":"2017-12-28T08:17:36","modified_gmt":"2017-12-28T01:17:36","slug":"wisatawan-di-pesarean-gunung-kawi-hamid-ceritoku","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/hmjf.unikama.ac.id\/?p=2534&lang=id","title":{"rendered":"Wisatawan\u00a0 Di Pesarean gunung kawi &#8211; Hamid &#8220;Ceritoku&#8221;"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: center\"><strong>Wisatawan\u00a0 Di Pesarean gunung kawi<\/strong><\/p>\n<div id=\"attachment_2498\" style=\"width: 433px\" class=\"wp-caption alignright\"><a href=\"https:\/\/hmjf.unikama.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/31\/2017\/12\/cerry.jpg\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-2498\" class=\"wp-image-2498 \" src=\"https:\/\/hmjf.unikama.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/31\/2017\/12\/cerry-300x200.jpg\" alt=\"\" width=\"423\" height=\"282\" srcset=\"https:\/\/hmjf.unikama.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/31\/2017\/12\/cerry-300x200.jpg 300w, https:\/\/hmjf.unikama.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/31\/2017\/12\/cerry-570x380.jpg 570w, https:\/\/hmjf.unikama.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/31\/2017\/12\/cerry-380x254.jpg 380w, https:\/\/hmjf.unikama.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/31\/2017\/12\/cerry-285x190.jpg 285w, https:\/\/hmjf.unikama.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/31\/2017\/12\/cerry.jpg 640w\" sizes=\"(max-width: 423px) 100vw, 423px\" \/><\/a><p id=\"caption-attachment-2498\" class=\"wp-caption-text\">Foto by Cherry\/HMJF<\/p><\/div>\n<p>Pesarean gunung kawi yang terletak di desaWonosari kabupaten Malang makin ramai di kunjungi setiap harinya. Wisatawan datang ketempat ini untuk berziarah kemakam Eyang Djugodan R. M. Iman Soedjono. Selain untuk berdoa dan berziarah, pengunjung juga melakukan selamatan dan ritual keagamaan(13\/10)<\/p>\n<p>Jumlah kunjungan wisatawan akanmeningkat hanya pada hari besarseperti di bulan suro, hari rayakeagamaan, dan tahun baru. Itupunmasih didominasi oleh wisatawan lokal. Tidakhanyakwisatalokalsajaadapunwisatawanmancanegaradansebagianbesardari china \u201csetiap orang yang datangkesinimemilikitujuan yang berbeda-bedatidakhanyaberwisatapengunjungjugamelakukan ritual, beziarahdanadajugamelakukanramalan,\u201d ungkapSuparman (53)selakuPetugasInformasi.<\/p>\n<p>petugas staff bagiankeuanganHarianto(42)menjelaskan, wisatawanbisamengikutisykurandenganmembayar di loketpendaftaran syukuran. Di loket ini kita bisa mendaftarkan jadwal syukuran yang akan dilakukan. Syukuran bisa diakukan seminggu setelah pendaftaran. Ada pembagian tiga waktu syukuran: pukul 10.00, 15.00, dan 21.00 WIB.<\/p>\n<p>Selain itu ada juga bangunan\u00a0<em>ciam s<\/em>i, yang berarti ramal nasib. Hampir semua pengunjung, dari muda-mudi sampai kakek nenek, pengusaha atau rakyat biasa, akan meramalkan nasib mereka di sini. Tentu sesuai dengan keinginan mereka. Dari soal jodoh sampai rezeki.Berseblahandenganciamsiterdapat\u00a0 yangterdapatlilinbesartempatberibadahkaum budha.<\/p>\n<p>Tidakjauhdariklenteng Dewi Quan Imtedapatgapurabesar, \u00a0gapura tinggi yang menjadi pintu masuk utama\u00a0<em>pesarean\u00a0<\/em>atau makam. Dari gapura tersebut wisatwan akan melihattempatpemakamanEyangDjugodan R. M. ImanSoedjono.Untuk masuk ke area makam harus melepas alas kaki dan bersikap seperti hendak menghadap raja. Di sana seorang juru kunci akan membantu menghantarkan persembahan yang di bawa, baik bunga tabur atau tumpeng syukuran. Inilah puncak ritual yang dapat dilakukan ketika mengunjungi Pesarean Gunung Kawi,ujar angel (33) sebagaiwisatawan.<\/p>\n<p>Usaiberziarahwisatawanmasihduduk-dudukdibawahpohon dewandaru, atau yang disebut pohon kesabaran. Pohon yang terletak di depan makam ini ditanam oleh Eyang Jugo dan Eyang Sujo sebagai perlambang daerah itu aman dari marabahaya. Kabarnya, dahan, buah, atau daun yang jatuh merupakan perlambang rezeki. Kalau sedang duduk-duduk lalu kita kejatuhan daun, pertanda kita akan memperoleh rezeki.<\/p>\n<p>Menurutsugiranto (72) bahwasetiap orang yang datangkesinimengikutiacara ritual islamdantionghoa yang dilakukanoleh para jurukuncimakam. Salah satunya gebyar Ritual 1 Suro sebuah perayaan ritual yang dimulai semenjak tahun 2000. Pada acara ini, tumpeng-tumpeng di<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Kirab\">kirab<\/a>\u00a0dari gapura paling bawah (<em>stanplat<\/em>) hingga pesarean. Tumpeng-tumpeng diletakkan pada\u00a0<em>jolen<\/em>\u00a0atau wadah tumpeng yang dihias berbagai bentuk serta diiringi lagu dan nyanyian bernuansa tradisional Jawa, Islam, China, dan musikmodern. Perayaan ditutup dengan pembakaran\u00a0<em>sangkala<\/em>\u00a0yang melambangkan keburukan manusia.<\/p>\n<p>Peluasan pemasaran destirasi wisata indonesiapun diharapkanterus di lakukan oleh pemerintah untuk menarik minat kedatangan wisatawan mancanegara.<strong>(Hamid\/HMJF)<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Wisatawan\u00a0 Di Pesarean gunung kawi Pesarean gunung kawi yang terletak di desaWonosari kabupaten Malang makin ramai di kunjungi setiap harinya. Wisatawan datang ketempat ini untuk berziarah kemakam Eyang Djugodan R. M. Iman Soedjono. Selain untuk berdoa dan berziarah, pengunjung juga melakukan selamatan dan ritual keagamaan(13\/10) Jumlah kunjungan wisatawan akanmeningkat hanya pada hari besarseperti di bulan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":24,"featured_media":2519,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[10,2],"tags":[],"class_list":["post-2534","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-jurnalistik"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/hmjf.unikama.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2534","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/hmjf.unikama.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/hmjf.unikama.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hmjf.unikama.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/24"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hmjf.unikama.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=2534"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/hmjf.unikama.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2534\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2535,"href":"https:\/\/hmjf.unikama.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2534\/revisions\/2535"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hmjf.unikama.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/2519"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/hmjf.unikama.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=2534"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/hmjf.unikama.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=2534"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/hmjf.unikama.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=2534"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}