{"id":3615,"date":"2026-02-05T20:13:06","date_gmt":"2026-02-05T13:13:06","guid":{"rendered":"https:\/\/hmjf.unikama.ac.id\/?p=3615"},"modified":"2026-05-11T09:36:10","modified_gmt":"2026-05-11T02:36:10","slug":"di-balik-wisata-religi-perputaran-ekonomi-tumbuh-di-masjid-tiban-turen","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/hmjf.unikama.ac.id\/?p=3615&lang=id","title":{"rendered":"Di Balik Wisata Religi, Perputaran Ekonomi Tumbuh di Masjid Tiban Turen"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><a href=\"https:\/\/hmjf.unikama.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/31\/2026\/02\/image-11.jpeg\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"682\" src=\"https:\/\/hmjf.unikama.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/31\/2026\/02\/image-11-1024x682.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-3616\" srcset=\"https:\/\/hmjf.unikama.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/31\/2026\/02\/image-11-1024x682.jpeg 1024w, https:\/\/hmjf.unikama.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/31\/2026\/02\/image-11-300x200.jpeg 300w, https:\/\/hmjf.unikama.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/31\/2026\/02\/image-11-768x512.jpeg 768w, https:\/\/hmjf.unikama.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/31\/2026\/02\/image-11-1140x760.jpeg 1140w, https:\/\/hmjf.unikama.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/31\/2026\/02\/image-11-570x380.jpeg 570w, https:\/\/hmjf.unikama.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/31\/2026\/02\/image-11-380x254.jpeg 380w, https:\/\/hmjf.unikama.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/31\/2026\/02\/image-11-285x190.jpeg 285w, https:\/\/hmjf.unikama.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/31\/2026\/02\/image-11.jpeg 1280w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/a><\/figure>\n\n\n\n<p style=\"font-size:12px;font-style:normal;font-weight:100\">Aktivitas jual beli berlangsung di lantai 7 Masjid Tiban, Turen, Kabupaten Malang, sebagai bagian dari kegiatan ekonomi yang tumbuh dari wisata religi. <strong>(Yakin\/HMJF)<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p style=\"font-size:12px\">Malang \u2013 Masjid Tiban yang berada di Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, tidak hanya dikenal sebagai destinasi wisata religi, tetapi juga menjadi pusat perputaran ekonomi bagi santri dan masyarakat sekitar. Aktivitas tersebut terlihat dari keberadaan toko-toko suvenir di lantai tujuh kompleks masjid yang tetap berjalan seiring dengan kegiatan ibadah, Minggu (25\/1\/2026).<\/p>\n\n\n\n<p style=\"font-size:12px\">Masjid yang ramai dikunjungi peziarah dari berbagai daerah ini menyediakan ruang usaha berupa toko oleh-oleh yang dikelola santri dan pihak pondok pesantren. Berbagai barang dijual, mulai dari aksesoris, pakaian, hingga makanan dengan harga terjangkau, sehingga menarik minat pengunjung.<\/p>\n\n\n\n<p style=\"font-size:12px\">Basit (21), salah satu penjaga toko di lantai tujuh Masjid Tiban, mengatakan bahwa ramainya aktivitas jual beli sangat bergantung pada jumlah pengunjung. \u201cKalau hari biasa kadang sepi, kadang ramai, Mas. Tapi biasanya kalau Sabtu, Minggu, atau libur sekolah itu ramai,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<p style=\"font-size:12px\">Menurut Basit, suvenir yang dijual dibanderol dengan harga mulai dari Rp5 ribu hingga Rp50 ribu. Dalam kondisi ramai, pendapatan toko bisa mencapai Rp2 juta hingga Rp3 juta per minggu. \u201cPendapatan per minggu bisa tembus dua sampai tiga juta rupiah, tergantung ramainya pengunjung,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n<p style=\"font-size:12px\">Ia menambahkan, pengelolaan toko mengikuti sistem pesantren dengan skema bagi hasil. Untuk toko yang dikelola santri, sebanyak 25 persen keuntungan disetorkan kepada pondok pesantren. \u201cUntuk sistemnya, 25 persen dari hasil penjualan diserahkan ke pondok pesantren. Sisanya untuk pengelola toko,\u201d jelas Basit. Dana tersebut dimanfaatkan untuk mendukung operasional dan pembangunan pondok pesantren.<\/p>\n\n\n\n<p style=\"font-size:12px\">Meski aktivitas ekonomi berlangsung, nilai-nilai keagamaan tetap dijaga. Setiap memasuki waktu salat, sebagian besar toko akan tutup sementara. \u201cKalau sudah waktu salat, biasanya toko-toko tutup dulu. Ibadah tetap yang utama,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n<p style=\"font-size:12px\">Sementara itu, Risti (30), salah satu pengunjung Masjid Tiban, mengaku datang bersama rombongan untuk berwisata religi sekaligus berziarah. Ia menilai keberadaan toko-toko di dalam kompleks masjid sangat membantu pengunjung. \u201cEnaknya di sini, saya dan peziarah lain bisa langsung beli oleh-oleh atau kebutuhan di dalam area masjid. Harganya juga terjangkau,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n<p style=\"font-size:12px\">Keberadaan aktivitas ekonomi di Masjid Tiban menunjukkan bahwa fungsi ibadah dan pemberdayaan ekonomi dapat berjalan berdampingan. Dengan pengelolaan yang tertib dan berlandaskan nilai keagamaan, perputaran ekonomi di lingkungan masjid ini menjadi salah satu penopang keberlangsungan pondok pesantren sekaligus memberi manfaat bagi pengunjung dan masyarakat sekitar. <strong>(Yakin\/HMJF)<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p style=\"font-size:12px\"><em>Naskah ini merupakan karya pameran pasca Pendidikan Abr HMJF<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Aktivitas jual beli berlangsung di lantai 7 Masjid Tiban, Turen, Kabupaten Malang, sebagai bagian dari kegiatan ekonomi yang tumbuh dari wisata religi. (Yakin\/HMJF) Malang \u2013 Masjid Tiban yang berada di Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, tidak hanya dikenal sebagai destinasi wisata religi, tetapi juga menjadi pusat perputaran ekonomi bagi santri dan masyarakat sekitar. Aktivitas tersebut terlihat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":24,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[12,10,2,8,1],"tags":[],"class_list":["post-3615","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-artikel","category-berita","category-jurnalistik","category-karya-pameran","category-tak-berkategori"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/hmjf.unikama.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3615","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/hmjf.unikama.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/hmjf.unikama.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hmjf.unikama.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/24"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hmjf.unikama.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=3615"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/hmjf.unikama.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3615\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3617,"href":"https:\/\/hmjf.unikama.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3615\/revisions\/3617"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/hmjf.unikama.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=3615"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/hmjf.unikama.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=3615"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/hmjf.unikama.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=3615"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}