{"id":514,"date":"2015-06-12T00:05:30","date_gmt":"2015-06-11T17:05:30","guid":{"rendered":"https:\/\/hmjf.unikama.ac.id\/?p=514"},"modified":"2015-06-12T00:05:30","modified_gmt":"2015-06-11T17:05:30","slug":"backpacker","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/hmjf.unikama.ac.id\/?p=514&lang=id","title":{"rendered":"BACKPACKER"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: center\">BACKPACKER<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<a href=\"https:\/\/hmjf.unikama.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/31\/2015\/06\/BACKPACKER.jpg\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\" size-medium wp-image-515 alignleft\" src=\"https:\/\/hmjf.unikama.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/31\/2015\/06\/BACKPACKER-209x300.jpg\" alt=\"BACKPACKER\" width=\"209\" height=\"300\" \/><\/a>Banyak dari kita yang sudah tidak asing dengan kata ini. Bepergian dengan tas punggung, penampilan \u201cgembel\u201d, naik transportasi umum, dan menginap diwarga setempat sering kali menjadi rujukan kata backpacker. Anggapan itu tidak sepenuhnya salah, tapi apa sih sebenarnya arti backpacker itu?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\nBackpacker merupakan derifasi dari kata backpack, sebagai kata benda berarti ransel, sebagai kata kerja backpack diartikan sebagai bepergian atau secara bebas bisa kita artikan sebagai bepergian dengan menggunakan ransel.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\nBackpaker awalnya diartikan sebagai naik gunung atau perjalanan kealam bebas dengan menggunakan ransel. Lama kelamaan arti kata backpacker meluas, perjalanan yang dilakukan tidak hanya naik gunung atau alam bebas tetapi juga bisa perjalan jauh baik keluar kota maupun keluar negeri.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\nDalam kamus *artsons.wordpress.com*,backpacker adalah melakukan perjalanan jauh dari satu kota ke kota lain bisa dinegara sendiri atau ke kota di negara lain dengan biaya yang ditekan seirit mungkin. Barang yang dibawa mengunakan ransel yang digendong di punggung. Perjalanan dilakukan dengan berbagai model transportasi seperti pesawat udara, kereta ataupun bus bahkan sepeda motor. Semua rencana itu disusun sebelumnya dengan banyak mengali data serta survey yang mendalam.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\nDari pengertian terebut, backpacker memiliki tiga tipe, yaitu;<br \/>\n<strong>Advance<\/strong><br \/>\nRela hidup susah demi menekan biasa, seperti tidur dirumah penduduk setempat atau kereta api dan bekerja didaerah yang dikunjungi tidak takut untuk dilakukan oleh backpacker tipe ini.<br \/>\n<strong>Medium skills<\/strong><br \/>\nTipe ini berani bikin rencana sendiri dan juga pergi. Tapi lebih memilih tempat wisata dan penginapannya dikota besar atau daerah yang mudah dikunjungi.<br \/>\n<strong>Dummies<\/strong><br \/>\nTipe ini berarti berani melakukan perjalanan ramai-ramai tanpa agen dan keluarga, biasanya dilakukan bersama dengan teman-teman.<br \/>\nDalam perkembangannya pun, backpacker memiliki beberapa jenis. Diantaranya;<br \/>\n<strong>Flaspacker<\/strong><br \/>\nFlashpaker adalah istilah yang digunakan untuk merujuk pada backpacker makmur. Jenis backpacker ini memilih kemewahan dalam perjalanan mereka. Seperti penginapan yang mewah dan makanan mewah.<br \/>\n<strong>Gap-Packer<\/strong><br \/>\nIstilah ini merujuk pada orang-orang yang melakukan perjalanan kebeberapa Negara dalam waktu yang relative singkat, Pada jeda waktu sekolah dan universitas atau universitas dan pekerjaan pertama.<br \/>\n<strong>Megaloping<\/strong><br \/>\nMegaloping merujuk pada orang-orang yang melakukan perjalanan dengan menggunakan kendaraan umum.<br \/>\nMeskipun dalam perkembangannya pengertian backpacker bisa meluas. Backpacker tetap berfilosopi; biaya minim tapi menjangkau tempat wisata sebanyak mungkin, enggak ribet, dan tahu lebih banyak tempat yang tidak biasa dikunjungi oleh wisatawan pada umumnya.<br \/>\nKarena filosofi yang dijunjung oleh para backpacker (Ciyehh bahasanya, kayak pembukaan UUD 45, hihihi), backpacker memiliki banyak keuntungan. Diantaranya;<br \/>\n<strong>\u2022 Bisa Nabung<\/strong><br \/>\nKarena biaya lebih murah, kita bisa menyisakan biaya liburan untuk ditabung.<br \/>\n<strong>\u2022 Lebih berani<\/strong><br \/>\nSeorang backpacker terlatih untuk menghadapi banyak hal sendirian.<br \/>\n<strong>\u2022 Menjelajahi banyak tempat baru<\/strong><br \/>\nTujuan utama seorang backpacker adalah untuk mengeksplorasi tempat-tempat unik, sehingga banyak tempat baru yang kita jelajahi.<br \/>\n<strong>\u2022 Punya banyak teman<\/strong><br \/>\nSeorang backpacker terlatih untuk memperluas jaringan sosial (meskipun tetap, tujuannya untuk menghemat biaya\u2026. ^_^ ). <strong>(Mae_beih HMJF)<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BACKPACKER Banyak dari kita yang sudah tidak asing dengan kata ini. Bepergian dengan tas punggung, penampilan \u201cgembel\u201d, naik transportasi umum, dan menginap diwarga setempat sering kali menjadi rujukan kata backpacker. Anggapan itu tidak sepenuhnya salah, tapi apa sih sebenarnya arti backpacker itu? Backpacker merupakan derifasi dari kata backpack, sebagai kata benda berarti ransel, sebagai kata [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":24,"featured_media":515,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[12,2],"tags":[],"class_list":["post-514","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","category-jurnalistik"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/hmjf.unikama.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/514","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/hmjf.unikama.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/hmjf.unikama.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hmjf.unikama.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/24"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hmjf.unikama.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=514"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/hmjf.unikama.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/514\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":516,"href":"https:\/\/hmjf.unikama.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/514\/revisions\/516"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hmjf.unikama.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/515"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/hmjf.unikama.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=514"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/hmjf.unikama.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=514"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/hmjf.unikama.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=514"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}