
Gereja Katolik Yos Sudarso Kepanjen, yang sejak awal abad ke-20 menjadi tempat ibadah umat, kini bertransformasi menjadi pusat pendidikan Katolik dikelola oleh komunitas lokal untuk membentuk karakter generasi muda melalui sekolah, pelatihan rohani, dan literasi berbasis iman.
Di tengah hiruk-pikuk perkembangan kota Kepanjen, berdiri sebuah bangunan yang tak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat pendidikan Katolik yang telah melahirkan generasi demi generasi pelajar. Gereja Katolik Yos Sudarso, yang terletak di jantung kota Kepanjen, menyimpan sejarah panjang sebagai simbol iman sekaligus pilar pendidikan di wilayah Malang Selatan. Menurut Suster Rosalia (52), salah satu suster di gereja tersebut, cikal bakal Gereja Yos Sudarso bermula pada akhir 1970-an. “Awalnya hanya ada kapel kecil untuk misa umat Katolik di Kepanjen. Tapi karena jumlah umat terus bertambah, dibutuhkan tempat ibadah yang lebih representatif,” ujarnya.
Pada awal 1980-an, dengan dukungan Keuskupan Malang dan partisipasi aktif umat, berdirilah Gereja Katolik Yos Sudarso. Nama gereja ini diambil dari Laksamana Muda TNI Yos Sudarso, pahlawan nasional yang dikenal karena keberaniannya dalam mempertahankan kedaulatan Indonesia. “Nama itu dipilih sebagai simbol keberanian dan pengabdian,” tambah Suster Rosalia.Seiring waktu, kompleks gereja berkembang menjadi pusat pendidikan Katolik yang lengkap, mulai dari jenjang Taman Kanak-Kanak Katolik (TKK), Sekolah Dasar Katolik (SDK), hingga Sekolah Menengah Pertama Katolik (SMPK). Semua berada dalam satu kawasan yang terintegrasi dengan gereja. “Dulu saya sekolah di SDK Yos Sudarso, lalu lanjut ke SMPK di sini juga. Rasanya seperti tumbuh besar dalam satu keluarga besar,” kenang Agus (45), pengurus lingkungan di paroki tersebut. Agus mengatakan bahwa sekolah-sekolah ini tidak hanya menekankan pendidikan akademik, tetapi juga nilai-nilai Katolik seperti kasih, kejujuran, dan pelayanan. Banyak alumni yang kini menjadi tokoh masyarakat, pendidik, hingga rohaniwan.
Ia juga menambahkan, “Gereja dan sekolah ini bukan hanya untuk umat Katolik. Kami terbuka untuk siapa saja yang ingin belajar dan bertumbuh bersama.”Gereja dan sekolah di bawah naungan Yos Sudarso juga aktif dalam kegiatan sosial dan budaya. “Setiap tahun kami merayakan Natal dan Paskah bersama di sini. Selain itu, kegiatan bakti sosial, donor darah, dan pelatihan keterampilan rutin diadakan untuk masyarakat sekitar,” ujar Cecilia (15), salah satu siswa SMPK Yos Sudarso. Kini, di usianya yang telah melampaui empat dekade, Gereja Katolik Yos Sudarso dan lembaga pendidikannya terus berbenah. Renovasi fasilitas, peningkatan kualitas guru, serta penguatan pendidikan karakter menjadi fokus utama. “Kami ingin tempat ini tetap menjadi cahaya bagi Kepanjen. Tempat di mana iman, ilmu, dan kasih bertemu,” tutup Cecilia. (Salsa/HMJF)
Naskah ini merupakan karya pameran pasca diksar XXXVII HMJF yang telah di sunting kembali untuk kebutuhan laman resmi hmjf.