
Meski tidak selalu ramai, hotel dan kuliner Tionghoa di Jl. Pesarean No. 17, Wonosari tetap menjadi tumpuan mata pencaharian warga sekitar Pesarean Gunung Kawi, menghadirkan cita rasa sekaligus harapan bagi ekonomi lokal.
MALANG – Usaha hotel dan kuliner Tionghoa di kawasan wisata religi Pesarean Gunung Kawi, Desa Wonosari, tetap menjadi sumber mata pencaharian warga setempat meskipun jumlah pengunjung tidak selalu ramai. Para pelaku usaha tetap membuka tempat usahanya setiap hari dengan mengandalkan momen tertentu yang mendatangkan lebih banyak pengunjung. Kondisi tersebut menunjukkan peran usaha kecil dalam menjaga perputaran ekonomi lokal. Hal ini terungkap dari hasil wawancara dengan pedagang dan pengelola usaha di Jalan Pesarean No. 17 Desa Wonosari, Jum‘at (05/12).
Salah satu pedagang, Titik (61), pemilik Depot Tiara, telah menjalankan usaha kuliner Tionghoa sejak tahun 2005. Ia menjual berbagai menu masakan Tionghoa dengan menu favorit nasi goreng yang dimasak sendiri. Depot Tiara buka setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 22.00 WIB dan tidak pernah berpindah lokasi. “Pendapatan saya itu tergantung situasi mbak, kadang rame kadang sepi tergantung pengunjung” ujar Titik (61) dalam wawancara.
Titik mengatakan bahwa tokonya paling ramai pada Sabtu, Minggu, Jumat Legi, serta momen tertentu seperti Tahun Baru, Idulfitri, dan bulan Suro. Pada hari biasa, jumlah pembeli cenderung menurun, namun ia tetap membuka usaha secara rutin. Harga menu yang ditawarkan berkisar Rp25.000,00 per porsi agar tetap terjangkau bagi pengunjung. Usaha tersebut menjadi salah satu sumber pendapatan keluarga.
Selain usaha kuliner, terdapat hotel yang telah berdiri sejak 1960.Usaha hotel ini menawarkan jasa penginapan dan kuliner Tionghoa kepada pengunjung. “Target pasar utama itu tamu pesarean meskipun tidak selalu ramai,” diungkapkan oleh Alih (28), selaku admin hotel dalam wawancara. Tempat usaha ini buka setiap hari pukul 08.00 hingga 21.00 WIB. Menurut Alih, konsistensi operasional tetap dijaga meski kondisi pengunjung sepi.
Hotel menawarkan fasilitas seperti wifi, air panas, alat sembahyang, serta pelayanan kepada pelanggan. Tarif penginapan dipatok sebesar Rp290.000,00 per malam, sementara harga makanan rata-rata Rp60.000,00 per porsi dengan menu terlaris capcay goreng. Keberadaan usaha tersebut turut mendukung kebutuhan pengunjung pesarean yang datang dari luar daerah. Para pelaku usaha berharap aktivitas ekonomi di kawasan pesarean tetap berjalan meskipun menghadapi tantangan sepinya pengunjung. Anggun/HMJF
Naskah ini merupakan karya pameran pasca diksar XXXVII HMJF yang telah di sunting kembali untuk kebutuhan
laman resmi hmjf.