Bangkitnya Kanjuruhan Menghidupkan Rezeki Pedagang, KembalinyaLangkah Pelari dan Ramainya Kedatangan Pengunjung

Sejak dibuka kembali untuk umum Stadion Kanjuruhan di Kabupaten Malang kembali hidup dan ramai dikunjungi masyarakat. Stadion ini kini berfungsi sebagai ruang olahraga, rekreasi, sekaligus sumber rezeki bagi pedagang kecil yang merasakan peningkatan penjualan. Parapelari dan pengunjung dari berbagai daerah memadati kawasan stadion, pada pagi dan sore hari untuk menikmati suasana baru yang lebih tertata. Kehadiran wajah baru StadionKanjuruhan tidak hanya menghadirkan bangunan fisik, tetapi juga menjadi simbol pulihnya kepercayaan publik serta tumbuhnya kebersamaan masyarakat.

MALANG – Kawasan Stadion Kanjuruhan dipadati dengan banyaknya ratusan pengunjung. Kembalinya aktivitas masyarakat, mulai dari kegiatan berolahraga hingga kedatangan pengunjung lokal maupun non lokal membawa angin segar bagi para pedagang kecil. Tak hanya menjadi pusat transaksi kuliner saja, Stadion Kanjuruhan kembali menghidupkan semangat pelari yang senang berolahraga, sekaligus memperkuat fungsi stadion sebagai ruang

publik yang kembali dipercaya masyarakat.. Minggu, 4/01/2026 Sejak dibuka kembali untuk umum, Stadion Kanjuruhan tak pernah sepi dari aktivitas. Bahkan pengunjung tidak datang setiap akhir pekan saja. Kondisi ini menguntungkan peningkatan penjualan pedagang kecil yang berjualan makanan, minuman maupun jasa. Dimana para pedagang mulai merasakan peningkatan omzet penjualan yang signifikan. “alhamdullilah setelah tragedi tersebut dan di renovasinya Stadion Kanjuruhan itu malah banyak pengunjung yang datang, jadi penjualan saya meningkat. Bahkan pengunjung datangnya ga weekend aja, weekday mereka juga kesini buat kulineran atau jalan-jalan santai,” ujar Annazwa (21) Penjual Makanan di area Stadion Kanjuruhan.

Tak hanya dari sektor pedagang, para pelari dan komunitas olahraga juga turut menyambut wajah baru kanjuruhan. Komunitas olahraga dari daerah lain kembali menjadikan Kanjuruhan sebagai titik kumpul untuk berlatih. Hal tersebut yang menjadikan tumbuhnya kembali semangat para pelari. Salah satu pengunjung asal Gondanglegi, Haris (20) mengatakan, “ya, setelah renovasi saya tertarik dengan suasana kanjuruhan yang makin ramai, bahkan saya semangat datang ke sini buat olahraga lari sama temen-temen”.

Selain pedagang kecil dan komunitas pelari, pengunjung umum juga menjadikan stadion kanjuruhan sebagai sarana rekreasi bersama keluarga. Banyak pengunjung lokal maupun non lokal yang datang hanya untuk berjalan santai, berfoto dan menikmati makanan dan suasana di sekitar stadion. Kondisi ini yang menunjukkan bahwa kepercayaan untuk pulihnya stadion kanjuruhan semakin menguat. “saya dari Wonosari Gunung Kawi, jauh-jauh datang kesini sama keluarga ya cuma buat jalan-jalan santai dan jajan aja. Tapi saya juga penasaran sama suasana baru yang ternyata makin rame,” ujar Yola (20) Pengunjung asal Gunung Kawi. Meningkatnya kunjungan masyarakat dari berbagai daerah menegaskan bahwa Stadion Kanjuruhan kini kembali menjadi ruang publik yang aman, inklusif, dan diterima oleh masyarakat luas. (Aca/HMJF)

Naskah ini merupakan karya pameran pasca diksar XXXVII HMJF yang telah di sunting kembali untuk kebutuhan laman resmi hmjf.

About the Author: hmjfunikama

HMJF merupakan salah satu UKM yang ada di Universitas Kanjuruhan Malang. Berdiri sejak 10 Juni 1989. HMJF berkecimpung dibidang Fotografi dan Jurnalistik. Sebuah tempat untuk membentuk karkater, kepribadian dan pengembangan bakat, minat, serta kreativitas.

Leave A Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *