PT SATELIT SRITI II : Perjalanan Panjang Industri Agar-Agar dari 1954 Hingga Bertahan di Era Modern

Lebih dari setengah abad berjalan, PT Satelit Sriti II di Pasuruan menjadi bagian dari perjalanan pengolahan rumput laut menjadi agar-agar. Sejak tahun 1954, industri ini terus bertahan dengan mengadopsi teknologi baru dan mengandalkan peran tenaga kerja.

PT Satelit Sriti II merupakan perusahaan pengolahan rumput laut dan agar-agar yang berlokasi di Pasuruan, Jawa Timur. Perusahaan ini telah beroperasi sejak tahun 1954 dan tetap bertahan di era modern. Produsen ini mengandalkan teknologi produksi, sistem pengendalian mutu, serta tenaga kerja berpengalaman untuk menghadapi tantangan industri pangan di tingkat nasional dan internasional.

Menurut keterangan manajemen, PT Satelit Sriti II bermula dari perusahaan agar-agar Sriti yang didirikan pada tahun 1954. “Pada awalnya, perusahaan ini memproduksi agar-agar yang bentuknya persegi dengan merek “Sriti”. Pabrik ini didirikan untuk mengolah rumput laut menjadi produk makanan berkualitas yang dapat memenuhi kebutuhan pasar lokal. Seiring waktu, di tahun 1974 kami mulai memproduksi bubuk agar-agar, lalu pada tahun 1984 perusahaan bertransformasi menjadi PT Satelit Sriti sebagai langkah penguatan korporasi” ujar Hari (56).

Proses produksi PT Satelit Sriti II dimulai dari pengolahan rumput laut mentah menjadi bubuk agar-agar yang siap pakai. Setiap tahapan produksi diawasi secara ketat oleh bagian Laboratorium dan pengendalian mutu (Quality Control) untuk menjaga kualitas produk sebelum dikemas. “Perkembangan teknologi sangat berperan dalam meningkatan efisiensi produksi. Sejak tahun 1990, kami mulai menerapkan teknologi pengolahan dari China. Lalu kami terus mengembangkan proses produksi dengan menggunakan teknologi dari Filipina, Jerman, dan Jepang. Penerapan berbagai teknologi tersebut membuat kapasitas produksi serta kualitas produk menjadi jauh lebih baik” jelas Hari (56).

Dalam beberapa tahun terakhir, tantangan terbesar yang dihadapi PT Satelit Sriti II adalah menjaga konsistensi kualitas produk di tengah tuntunan pasar global dan perkembangan teknologi yang cepat. Namun, perusahaan berhasil menjawab tantangan tersebut dengan peningkatan sistem produksi, ekspansi pabrik, serta pemenuhan standar sertifikasi seperti Hazard Analysis Critical Control Points (HACCP), Halal, dan Standar Nasional Indonesia (SNI). “Tantangan terbesar kami dalam beberapa tahun terakhir untuk menjaga kosistensi kualitas produk di tengah tuntutan pasar global dan perkembangan teknologi yang sangat cepat. Namun kami menjawab tantangan itu dengan terus meningkatkan sistem produksi, melakukan ekspansi pabrik, serta memastikan seluruh proses memenuhi standar sertifikasi seperti HACCP, Halal, dan SNI” ungkap Hari (56).

Karyawan menjadi bagian penting dalam keberlangsungan produksi di PT Satelit Sriti II. “Saya berkerja disini sejak tahun 2001, saya bertugas untuk menganalisis dan mencetak produk sebelum proses pengemasan” ucap Yuni (45) salah satu karyawan di bagian Laboratorium. “Disini saya mulai kerja dari tahun 1996, di bagian pengendalian mutu yang tugasnya melalukan pengecekan akhir terhadap produk yang siap di packing” ucap Anik (50). Seluruh karyawan menyatakan bahwa perusahaan memberikan pelatihan sebelum kerja guna menunjang keterampilan dan keselamatan kerja. “Sebelum kami bekerja, kami mendapatkan pelatihan terlebih dahulu, terutama terkait keterampilan kerja dan keselamatan” ujar salah satu karyawan PT Satelit Sriti II.

Dengan pengalaman lebih dari setengah abad, dukungan teknologi modern, tenaga kerja berpengalaman. PT Satelit Sriti II terus menunjukkan komitmennya sebagai industri pangan unggulan nasional yang mampu bersaing di pasar lokal maupun global. (Tsaniyah/HMJF)

Naskah ini merupakan karya pameran pasca diksar XXXVII HMJF yang telah di sunting kembali untuk kebutuhan laman resmi hmjf.

About the Author: hmjfunikama

HMJF merupakan salah satu UKM yang ada di Universitas Kanjuruhan Malang. Berdiri sejak 10 Juni 1989. HMJF berkecimpung dibidang Fotografi dan Jurnalistik. Sebuah tempat untuk membentuk karkater, kepribadian dan pengembangan bakat, minat, serta kreativitas.

Leave A Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *